Koramil 1008/Buahdua Laksanakan Gerakan Pengendalian OPT WBC di Poktan Burujul
Sumedang, Koramil 1008/Buahdua melaksanakan kegiatan Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan Wereng Batang Coklat (OPT WBC) bersama Kelompok Tani (Poktan) Burujul di Dusun Lebak Naga, Desa Sekarwangi, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang, Senin (07/09/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan sinergi antara TNI, penyuluh pertanian, petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT), serta para petani dalam mengantisipasi dan mengendalikan serangan Wereng Batang Coklat (WBC) yang dapat mengganggu produktivitas tanaman padi.
Hadir dalam kegiatan tersebut KTU Kecamatan Buahdua, Bapak Edi J., Babinsa Sertu Ramdan, PPL Desa Sekarwangi Ibu Neni R., POPT Kecamatan Buahdua Ibu Eti N., serta Ketua dan anggota Poktan Burujul.
Babinsa Sertu Ramdan mengatakan bahwa kegiatan pengendalian OPT WBC perlu dilakukan secara bersama-sama agar serangan hama dapat segera ditangani dan tidak meluas ke areal persawahan lainnya.
“Kami sebagai Babinsa siap mendampingi dan membantu para petani dalam kegiatan pengendalian hama. Sinergi antara petani, PPL, POPT dan TNI sangat penting untuk menjaga tanaman padi tetap sehat sehingga hasil panen dapat optimal, ” ujar Sertu Ramdan.
Sementara itu, Komandan Rayon Militer (Danramil) 1008/Buahdua, Kapten Inf. Yayat Sudrajat, menegaskan bahwa keterlibatan Koramil dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat, khususnya petani, dalam menjaga ketahanan pangan.
“Kami akan terus mendorong dan mendukung kegiatan pertanian di wilayah Kecamatan Buahdua. Pengendalian OPT WBC ini merupakan langkah nyata untuk membantu petani menjaga tanaman padi dari serangan hama sekaligus mendukung program ketahanan pangan, ” kata Kapten Inf. Yayat Sudrajat.
Di tempat terpisah, Komandan Kodim 0610/Sumedang Letkol Arh. Kusuma Ardianto, SIP., M.Han., menyampaikan bahwa jajaran Kodim 0610/Sumedang akan terus berkomitmen mendukung sektor pertanian melalui pendampingan dan sinergi bersama instansi terkait serta kelompok tani.
“Kami mengajak seluruh jajaran dan para petani untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga ketahanan pangan. Pengendalian organisme pengganggu tumbuhan harus dilakukan secara cepat, tepat dan terpadu agar produksi pertanian tetap terjaga, ” ungkap Letkol Arh. Kusuma Ardianto.
Kegiatan Gerakan Pengendalian OPT WBC tersebut berjalan dengan tertib dan lancar. Melalui kegiatan ini diharapkan serangan WBC dapat dikendalikan secara efektif serta memberikan rasa aman kepada para petani dalam mengelola tanaman padi hingga masa panen.
Sinergi antara aparat kewilayahan, pemerintah daerah, petugas pertanian dan kelompok tani diharapkan terus terjalin guna mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan mewujudkan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Sumedang.

Pauzi Dewi Putra